<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/platform.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\x3d29125597\x26blogName\x3dHolistic+view+to+Equilibrium+state\x26publishMode\x3dPUBLISH_MODE_BLOGSPOT\x26navbarType\x3dBLACK\x26layoutType\x3dCLASSIC\x26searchRoot\x3dhttps://carokann.blogspot.com/search\x26blogLocale\x3den\x26v\x3d2\x26homepageUrl\x3dhttp://carokann.blogspot.com/\x26vt\x3d-2369228846023373281', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>

Gara-gara nila setitik............

Ada kalanya dimana tiba-tiba dalam kelompok anda, seorang anggota tanpa komando melakukan penetrasi langsung ke markas musuh. Secara emosional ia memasuki daerah pertahanan musuh dan melakukan aksi yang mengakibatkan musuh geram dan naik pitam. Padahal waktu untuk beraksi belumlah saatnya, karena kelompok anda telah memiliki rencana-rencana yang telah disusun dengan rapi. Ditambah lagi karena kekuatan kelompok anda belumlah memadai untuk melakukan sebuah gerakan frontal.

Sadar akan kecerobohannya, si teman anda berlari ketakutan karena ia merasa nyawanya terancam dan belum siap untuk menanggung segala resikonya (padahal sebaiknya ia bertindak seperti 'si bujang' dalam film Nagabonar, tak surut di garis depan meskipun akhirnya wafat juga berlumuran darah) Dan musuh tidak menunjuk oknum pelaku, akan tetapi si tertuduh adalah kelompok anda karena identitas kelompok anda melekat erat dengan si oknum (teman anda) dan secara membabi buta ia melakukan aksi balik terhadap kelompok anda. Kelompok anda sama sekali belum siap menghadapi serangan balik yang tak pernah terencanakan seperti ini. Jika melawan dan menghadapi musuh 'head to head' sudah pasti anda kalah telak, dan pada saat itu juga anda bingung apa yang harus dilakukan. Mau tidak mau anda dan kelompok anda mencari jalan aman terlebih dahulu bersembunyi sambil memikirkan langkah selanjutnya. Semua telah berlangsung begitu cepat dan hanya karena kesalahan seorang oknum, semua rencana yang telah disusun rapi hancur berantakan.....

Penjelasan : Lagi-lagi, cerita ini adalah cerita yang ada di dalam mimpi saya, belakangan saya memang suka memimpikan yang aneh-aneh saja.

“ Gara-gara nila setitik............ ”

  1. Anonymous Anonymous Says:

    Setelah membaca artikel singkat ini, yang terlintas di benakku yaitu Infantri Penembak Prusia. Senapan musket, senapan kuno yang proyektilnya terpisah dari mesiu, merupakan senjata mereka. Senapan ini akurasi dan kecepatan pengisiannya jauh lebih inferior dari busur panah. Tapi, di tangan militer Prusia (Jerman baheula), pasukan musket sangat disegani.

    Kuncinya disiplin. Mereka hanya menuruti satu komando, yakni komando komandan. Jargonnya yaitu komandan harus ditakuti lebih dari takut pada musuh (hua ha ha).